Posts

Showing posts from 2013

Aku Akan Berubah

            Ini adalah sepenggal cerita dari beribu-ribu episode hidupku, yang tak bisa kubagi dengan orang lain, kecuali MAGENTA. Sahabat yang tak akan pernah hilang meski bayanganya telah terhapus. Dan dia selalu ada disini. Di hati.             Malam itu, disebuah perkumpulan besar yang berlokasi di Auditorium. Aku menerima secarik surat yang berisi bahwasanya aku ditugaskan menjadi pembuat soal ujian pelajaran sore, yang memang tinggal dua minggu lagi. Di dalamnya tertera kelas dua khos atau bisa disebut kelas dua khusus bagi anak luar negeri. Kebanyakan berasal dari Thailand, Malaysia, dan Singapura.             Tujuh hari berlalu dan aku telah menyelesaikan tugasku dalam membuat soal-soal itu, meski aku terbilang telat lima hari karena kepergianku ke rumah sakit selama tiga hari. Ya,,ayahku dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan parah, yang berakibat pada patahnya tujuh tulang rusuknya. Aku dijemput oleh ibu dan langsung melesat ke rumah sakit. Aku tak sempat berfikir

Kata Pengantar (KH. Ahmad Suharto, M.Ag)

             Kehidupan di Gontor terlebih sampai empat, lima, enam hingga tujuh tahun pastilah penuh warna, aya kenangan, banyak pengalaman dan pelajaran hidup yang bisa diambil. Ada yang sejak dini sudah menyadari hal ini, bahwa Gontor adalah arsitek kehidupan masa depannya, sehingga dengan kesadarannya yang penuh dia menjadikan pengalaman hidupnya di Gontor sebagai lentera yang menerangi langkah-langkah pengembaraan menemukan jati dirinya. Namun banyak juga yang terlambat menyadari bahwa dalam dirinya tersimpan khazanah pengalaman hidup yang tiada ternilai mahalnya, meski demikian pengalaman hidup di ma’had ini akan tetap menjadi residu yang mengendap di benak dan sanubarinya, suatu ketika pasti akan muncul kembali dan menjadi sumber inspirasi yang tak pernah kering.             Kehidupan di Gontor memang telah mensibghah (mewarnai) cara hidup para santrinya, bagaimana tidak? Bukankah sudah sekian banyak udara Gontor yang kita hirup dan kemudian bersenyawa dalam darah dan d

Mereka, Anak-Anak Senja

Image
Senja itu selalu mengingatkanku Temaram petang, surya semburat keemasan Dan langit bernuansa merah, jingga, magenta Dan wajah-wajah mereka Anak-anak senja Tentang senja itu Kala waktu mempertemukanku dengan mereka Ketika realita menautkan nuraniku dengan hati mereka Saat kata-kataku berinteraksi dengan bahasa mereka Senja itu aku mengenal mereka Senja itu mengawali segalanya Mengikat jalinan persahabatan kami Kemudian bersama-sama berguru pada kehidupan Aku dan mereka Menjajal berbagai hal yang belum pernah kami rasa Tercebur kubangan kesalahan Mendaki tanjakan kedewasaan Tertawa bersama mentari, menangis bersama rembulan Anak-anak senja Bersama mereka aku belajar Karena belajar bukan hanya perihal ujian dan kepintaran Dari kenakalan kami belajar untuk mengerti kebaikan Dari kegagalan kami belajar untuk memahami kesuksesan Walau banyak bias kepiluan Walau dihiasi siratan kesedihan Dari lukisan senja dan anak-anak itu aku selalu belajar Dari pelajaran hid

Belajar Menjadi Anggota Dewan

Image
Melihat acara sidang DPR di televisi, yang ada hanya jejeran kursi bernama yang kosong, anggota dewan yang mengantuk, kalau tema sedang seru malah teriak-teriak tanpa aturan, malah kemarin ini ada yang terpergok menonton film porno. Padahal mereka sebagai wakil rakyat yang (seharusnya) memikirkan bagaimana nasib dan kesejahteraan rakyatnya. Ikut sidang saja digaji, walaupun mengantuk. Baru tadi sidang pleno musyawarah kerja (muker) Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dimulai. Aku kini berdiri sebagai steering committee bersama teman-teman sesama pembimbing yang lain. Dalam pembukaannya, bapak Pengasuh berkata, bahwa orang-orang yang terjun kepada masyarakat itu lebih baik daripada orang yang tidak sama sekali. Banyak orang yang suka sekali berkomentar tentang bagaimana kepemimpinan presiden atau paling tidak menuntut apa-apa yang harus pemerintah lakukan. Namun apa kontribusi mereka dalam kepengurusan itu? Esok dilanjutkan sidang komisi, kemudian sidang paripurna. Bak ment

Makna "RUMAH"

Image
             Rumah selalu berarti tempat untuk kita kembali. Amun bila ditelusuri lebih jauh, apa makna rumah yang sesungguhnya? Dimana kita lahirkah? Dimana orang tua beradakah? Dimana masa kecil kita habiskankah? Selalu banyak tempat yang dapat disebut rumah. Dalam sebuah buku traveler, jangan salah mengucapkan come back home dan go to home . Come back berarti kita kembali, sedangkan go berarti pergi. Bila pergi maka bisa saja kita akan kembali ke tempat tersebut.             Lama aku merenung, maka kutemukan makna rumah bagiku memang selalu dimana tempat untuk kita kembali dalam perasaan nyaman dan aman. Pengalaman tinggal berpindah-pindah. Dari satu kota ke kota yang lain, dari satu provinsi ke provinsi yang lain, bahkan dari satu pulau ke pulau yang lain. Bila ditanya dimana rumahmu? Aku akan menjawab, rumahku adalah 1. Tempat dimana orang tuaku kini berada, 2. Tempat sebagaimana yang tertulis di KTP saat ini, dan 3.Gontor, tempat ku kan kembali bagaimanapun ceritanya. I