Judul buku         : Seasons to Remember
Pengarang          : Ilana Tan
Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal buku         : 160 halaman
Tahun                   :Januari 2013

Masih ingat kisah cinta empat musim Ilana Tan yang sempat dicetak ulang berbelas-belas kali? Diterbitkan pertama kali dimulai dari Summer in Seoul (Jung Tae-Woo dan Sandy), Autumn in Paris (Tatsuya Fujisawa dan Tara Dupont), Winter in Tokyo (Nishimura Kazuto dan Ishida Keiko), dilanjutkan dengan Spring in London (Danny Jo dan Naomi Ishida).
Dalam buku yang berjudul Seasons to Remember ini, Ilana Tan membuat kita mengenang kembali semua cerita dan rentetan kejadian yang ada di keempat novelnya. Diusung dengan tema jurnal agar kita dapat me-review ulang.
Pertama kali mendapat kabar dari fan page Facebook Ilana Tan bahwa akan ada bukunya yang terbit di tanggal 14 Februari, saya sudah ancang-ancang dan tak sabar menunggu kemunculannya di display Gramedia. Maklum, selain keempat novel di atas (yang sudah terlanjur jatuh cinta), saya juga mengoleksi buku Sunshine Becames You (Alex-Mia). Jadi untuk buku setelahnya, saya tidak boleh ketinggalan.
Akhirnya saya menitip teman dengan harapan yang sangat tinggi. Akan menemukan kisah Ilana Tan yang baru lagi. Ketika membuka sampul dengan merogoh kocek sebesar lima puluh ribu rupiah, senyum saya sedikit memudar. Saya belum tahu bahwa buku baru Ilana Tan itu ternyata bukan dalam bentuk novel, namun potongan perkataan maupun tulisan yang ada di keempat novelnya. Tak lama. Karena setelah melanjutkan membaca yang tak perlu memakan waktu lama itu saya dapat menarik kesimpulan. Liana Tan sedang mengobati kerinduan pembaca. Tentu harus menghabiskan banyak waktu bila kita membaca keempat buku tersebut. Namun bila kita membaca halaman per halaman yang hanya bertuliskan sepotong kalimat, kita langsung saja dapat mengingat potongan-potongan yang ada di keempat novel tersebut.
Misalkan saja, lagu anda… lagu anda.. bagus” _Sandy kepada Jung Tae Woo. Ada yang ingat? Ini adalah perkataan Sandy saat Jung Tae Woo mengantarkannya ke rumah karena larut akibat posel Sandy yang tertukar dan mengakibatkan Sandy harus dating ke rumah Jung Tae Woo. Tae Woo yang sudah vakum selama empat tahun, tiba-tiba merasa pamornya kurang karena melihat reaksi Sandy yang datar. Apa ia sudah tidak terkenal lagi? Akhirnya setelah sampai di apartemen Sandy, Tae Woo bertanya apakah Sandy mengenalnya.
Ada juga “Banyak orang lebih suka melihat kota Paris dari puncak Eiffel, tapi menurutku pemandangan dari puncak Arc de Triomphe adalah yang terbaik” _Tara Dupont kepada Tatsuya Fujisawa. Kalau yang ini adalah saat Tara menjadi guide Tatsuya mengelilingi kota Paris.
Kemudian, “Kau bisa melupakannya dan mulai benar-benar… benar-benar melihatku?” _Nishimura Kazuto kepada Ishida Keiko.  Ini adalh saat Kazuto mencoba menghutarakan perasaannya pada Keiko setelah mereka berkencan pada malam Natal. Settingnya di stasiun. Keiko yang mengejar kereta untuk pulang kampong. Sementara Kazutop merasa penting untuk mengatakan hal ini. Terlebih ia berjanji ingin mengatakan kebenaran masa lalu dari cinta pertama Keiko yaitu Akira.
`”Katakan padaku, apa yang dimilikinya yang tidak kumiliki?” _Danny Jo kepada Naomi Ishida. ini adalah saat Danny bertanya pada Naomi setelah mereka bertemu kembali di Korea setelah sebelumnya Danny menahan selama dua tahun untuk tidak bertemu dengan Naomi perihal masalah di London lalu. Namun ketika Danny tiba di apartemen Naomi, ia melihat perempuan yang ia pikir Naomi sedang bergandengan dengan mesra di samping seorang lelaki. Padahal perempuan itu adalah kembaran Naomi, Keiko Ishida.
Entah berapa kali saya sudah membaca buku empat musim itu hingga saya rasa mendapat IP 4untuk menebak setiap adegan yang didasarkan oleh potongan kalimat di Seasons to Remember.
Bagi yang merasa penggemar Ilana Tan, harap menambah Seasons to remember sebagai list buku yang wajib anda beli. Namun, jangan pasang harapan terlalu tinggi. Di buku yang hanya 160 halaman dengan space yang terlalu kosong, anda dapat menghabiskan lima puluh ribu hanya untuk beberapa menit saja. Maka nikmati saja di tiap potongan kalimatnya. Seakan intensif kita membaca empat buku hanya dalam satu bnuku di waktu yang tak perlu lama. Have a nice reading!


Leave a Reply

Powered by Blogger.