Apa makna dewasa yang sesungguhnya? Sejak umur 16 tahun hal ini yang sering membuatku bingung untuk bersikap.
Lama berselang ternyata untuk menjadi dewasa tak perlu teori yang bertele-tele. Bingung berkepanjanan. Yang terpenting adalah bukti akan sikap yang nyata.
Seperti saat ini. Apa ada orang yang rela tertindas? Jawabannya ada. Bila ia tak bertindak, maka habislah seluruh kehidupannya dengan penindasan, yang malah banyak berefek negatif pada dirinya sendiri.
Yang kukutip dari perkataan Mario Teguh, “Aku tak punya waktu untuk membenci orang yang membenciku, karena aku terlalu sibuk mencintai orang yang mencintaiku.”
Bila ada orang yang membenci apa yang harus kita sikapkan sebagai manusia dengan umur dewasa? Benar juga apa yang Mario Teguh katakan tadi. Bila kita terus pusing memikirkan bagaimana pendapat orang lain tentang kita, bagaimana kita akan maju? Yang akan menjalankan kehidupan adalah kita sendiri. Apa kita meninggal nanti orang lain akan ikut juga ke dalam kuburan? Tidak tentunya.


Leave a Reply

Powered by Blogger.