Melihat acara sidang DPR di televisi, yang ada hanya jejeran kursi bernama yang kosong, anggota dewan yang mengantuk, kalau tema sedang seru malah teriak-teriak tanpa aturan, malah kemarin ini ada yang terpergok menonton film porno. Padahal mereka sebagai wakil rakyat yang (seharusnya) memikirkan bagaimana nasib dan kesejahteraan rakyatnya. Ikut sidang saja digaji, walaupun mengantuk.
Baru tadi sidang pleno musyawarah kerja (muker) Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dimulai. Aku kini berdiri sebagai steering committee bersama teman-teman sesama pembimbing yang lain. Dalam pembukaannya, bapak Pengasuh berkata, bahwa orang-orang yang terjun kepada masyarakat itu lebih baik daripada orang yang tidak sama sekali. Banyak orang yang suka sekali berkomentar tentang bagaimana kepemimpinan presiden atau paling tidak menuntut apa-apa yang harus pemerintah lakukan. Namun apa kontribusi mereka dalam kepengurusan itu?
Esok dilanjutkan sidang komisi, kemudian sidang paripurna. Bak menteri-menteri yang membacakan rancangan hasil usaha, yang mereka lakukan semata untuk kepentingan warga Darussalam. Bayangkan, dimulai dari pukul tujuh pagi hingga dua belas siang, kemudian dilanjutkan kembali pada siang hari pukul setengah dua, istirahat sholat Ashar (itupun mereka juga masih harus membersihkan pondok), lanjut kembali pada malam hari pukul setengah delapan malam. Apakah mereka mengeluh? Tentu tidak. Meski ngantuk dan bosan kadang pernah tak tertahan, namun apa yang mereka lakukan saat ini adalah memperjuangkan nasib warga Darussalam. Segala keputusan-keputusan dan kebijakan ada di tangan mereka. Salah sedikit, bisa-bisa kehidupan di pondok jadi tidak nyaman dan tenang. 
Sekiranya dari umur sekitar tujuh belas tahun sudah diajarkan untuk menjadi anggota dewan seperti ini, bagaimana kelak di masa depan? Semoga dapat menjadi pemimpin bangsa yang benar-benar dapat memperjuangkan nasib rakyatnya. Amiien...


Leave a Reply

Powered by Blogger.