Pertama kali masuk pondok, ada acara Khutbatu-l-'Arsy. Acara yang memang dikhususkan untuk santri baru agar lebih mengenal pondok, dan umumnya untuk seluruh penghuni pondok agar tak salah memandag pondok. namun bukan itu yang ingin kubahas kali ini.
Di dalam buku Khutbatu-l-'Arsy, ada kata-kata, "Is-al ila dhomiirik" Tanyakan pada dhomirmu. Apa yang disebut dengan dhomir itu sendiri? Banyak peraturan tidak tertulis, jika dilanggar, tetap dikenai hukuman. tanya dhomir. Pantas atau tidak. Dhomir berarti kata hati. Namun bukan hati perasaan. Kata seorang teman, kalau hati itu statis. Bisa naik-turun. Sedangkan dhomir tidak. Selalu mengarahkan pada yang benar (seharusnya). 
Setiap orang memiliki dhomir. Kadar dhomir itu pun tergantung dengan kualitas diri masing-masing. Dalam menghadapi life skill atau value yang bisa diambil. Namun kenapa masih ada saja orang yang berbuat jahat? Berarti dirinya kalah dengan ego. Kalau semua orang mengikuti kata dhomirnya masing-masing, tak akan ada yang berbuat jahat, insya Allah. Coba saja, bila ada tukang ojek yang (ingin) menipu tarif [(pengalaman)], pasti tukang ojek itu akan berfikir, ini bukan cara yang halal. Itu bila mengikuti dhomir. Bagiku sendiri, dhomir atau kata hati adalah petunjuk yang Allah beri agar kita tak pernah tersesat. Petunjuk Allah tak mungkin salah, kan? Konklusinya, dhomir itu benar. ingin benar, berarti mengikuti dhomir. 
pernah suatu kali aku dihadapkan oleh sebuah keputusan. Tak berani memulai sholat istikharah karena takut. Karena dhomir sebenarnya sudah tahu keputusan apa yang seharusnya kuambil. namun ego mengalahkannya. kemudian di saat-saat terakhir, Allah tetap saja memberikan petunjuk pada hamba-Nya yang sombong ini. untuk mengikuti dhomir. dhomir berkata, Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan, bukan? Namun apa yang kita butuhkan, dan itu terbaik.
Let your dhomir guide you....


Leave a Reply

Powered by Blogger.