02 July 2013


Senja itu selalu mengingatkanku
Temaram petang, surya semburat keemasan
Dan langit bernuansa merah, jingga, magenta
Dan wajah-wajah mereka
Anak-anak senja

Tentang senja itu
Kala waktu mempertemukanku dengan mereka
Ketika realita menautkan nuraniku dengan hati mereka
Saat kata-kataku berinteraksi dengan bahasa mereka
Senja itu aku mengenal mereka

Senja itu mengawali segalanya
Mengikat jalinan persahabatan kami
Kemudian bersama-sama berguru pada kehidupan
Aku dan mereka
Menjajal berbagai hal yang belum pernah kami rasa
Tercebur kubangan kesalahan
Mendaki tanjakan kedewasaan
Tertawa bersama mentari, menangis bersama rembulan

Anak-anak senja
Bersama mereka aku belajar
Karena belajar bukan hanya perihal ujian dan kepintaran
Dari kenakalan kami belajar untuk mengerti kebaikan
Dari kegagalan kami belajar untuk memahami kesuksesan
Walau banyak bias kepiluan
Walau dihiasi siratan kesedihan
Dari lukisan senja dan anak-anak itu aku selalu belajar
Dari pelajaran hidup yang bergesekan dengan takdir alam dan dinamika
kehidupan
Untuk menjadi setengah karang

Namun kini aku sendiri menatap senja
Mencoba merasakan genggaman tangan mereka
Anak-anak senja telah berkelana ke horizon yang berbeda
Aku terdiam menatap cakrawala
Berharap angin membisikkan salamku pada mereka
Dan langit bernuansa merah, jingga, magenta

*yang kehilangan......

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Blog Archive

Powered by Blogger.

About Me

My photo
Indonesian writer who never write, but I will. Here I share my writing, thought, and experience. Enjoy!

Recent Posts

- Copyright © Dhita Ayomi -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -