Sekali waktu aku pernah dihadapkan dalam sebuah keputusan yang harus dapat kuambil dari banyak sekali pilihan dan pertimbangan. semua pilihan sama-sama memiliki plus-minus. Mungkin juga yang membedakan hanyalah dhomir dan hati. baru kemarin aku tahu diantara keduanya itu berbeda. Saat dhomir berkata untuk mengambil sebuah pilihan yang sedikit sulit kuambil, aku baru saja merasakan makna dari ayat, "bisa jadi apa yang kita suka itu buruk bagi kita, bisa jadi apa yang tidak kita suka itu baik bagi kita, dan Allah Maha Mengetahui dan kalian tak mengetahui." Juga perkataan bahwa Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan, tapi apa yang kita butuhkan. Apakah hingga saat ini aku masih berat untuk mengambil keputusan tersebut? Aku berusaha. Sebagai pemimpi dan seharusnya dream catcher, mimpi-mimpi itu sudah seharusnya untuk diraih. Harapan-harappan serta janji masa depan itu ada dalam pilihan yang lain. Tak kuambil. Apa aku membuangnya? Apakah dengan begitu harapan, mimpi serta usaha kecilku itu hilang?

Hidup tanpa mimpi, layaknya hidup tak hidup. Tak memiliki passion dan hanya mengikuti saja kemana air mengalir. Namun takdir Allah tak mungkin salah. Pasti selalu baik bagi kita yang meyakini, berusaha, dan tawakal. Bukan berarti Allah itu php (pemberi harapan palsu) karena membiarkanku berharap dan menghapuskan harapan itu dan menggantinya dengan takdir yang lain. Tenang, Allah itu memang php (pemberi harapan pasti). Bila keinginan kita kuat, usaha keras, doa yang tak pernah terputus, apa tega untuk tidak memberi. Ingat, Allah itu Maha Memberi. Percaya saja. Bila dengan kuasa Tuhan pun kita tak percaya, kemudian dengan apa lagi kita harus meyakini dalam hidup ini. Allah itu pasti php. Pemberi harapan pasti! Pasti bisa!


Leave a Reply

Powered by Blogger.