Sepertinya baru Senin kemarin kalau tidak salah antaran soft lense-ku datang. ini kali kedua aku meemakainya. saat kelas enam dulu juga pernah, tak berlangsung lama, as you know how was class six life yg memang harus serba cepat dan surely, aku nggak telaten. Minus empat. Lumayan juga sebenarnya.
Teman dudukku dulu sempat menasihatiku untuk memakai alat bantu lihat, kaca mata atau soft lense, nyesel banget nggak bisa lihat dunia seindah ini. Nasihat yang sebenarnya tidak aku gubris penuh. Selama aku rasa nyaman dan tak mengganggu (sori, memang mengganggu sebenarnya), ya tidak usah diambil pusing. Aku malah berkata, saat manusia mendapat kekurangan sebenarnya Tuhan memberikan beberapa kelebihan lain. Saat aku tak bisa melihat sempurna, aku dapat merasakan lebih tajam. Gerakan orang lain. Aku hampir hapal bagaimana orang lain berjalan.
Saat ini, saat memang aku benar-benar butuh, saat aku akhirnya sudah bisa melihat dengan sempurna meski dengan bantuan soft lense, aku baru memahami betul makna kata 'indah' yang temanku bilang itu. Banyak sekali warna, cerita, kata, tulisan yang seharusnya dapat kulihat, namun kuanggap lalu begitu saja. 
(mataku nggak secakep ini)
Tak ada yang sia-sia bukan dalam hidup ini? Betapa (sebenarnya) indahnya dunia ini, namun masih saja ada rasa keluh dan sesal di dalamnya. Uusiikum wa iyyaya nafsii bitaqwallah. Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk melihat.


Leave a Reply

Powered by Blogger.