Baru saja kemarin aku presentasi mata kuliah Bahasa Inggris. Kali ini dosen karismaik itu menginginkan mahasiswinya untuk menggunakan bahasa Inggris secara aktif. Lumayan berat juga judul yang diberikan untukku. Karena itupun aku harus membaca buku Mencari Tuhan, hingga diberi tanggapan gelengan oleh teman-teman. Untuk apa Tuhan dicari-cari?

Di akhir presentasiku, dosen tersebut menjabarkan, how to explain someone who don’t understand well about Islam Ar-Rahman and Ar-Rahiim. Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tanpa disangka-sangaka, eliau memberikan permisalan tentang ludah. Saat masih di mulut, biasa saja. Bahkan kadang juga tertelan. Namun apabila dikeluarkan, apakah masih terasa biasa saja? Bahkan kita akan melihatnya secara jijik. Sampai sebegitunya nikmat yang Allah beri.

Bisa jadi saat kita melihat seorang pengemis, kita akan memberikan uang karena merasa kasihan. Untuk apa merasa kasihan? Allah kan Maha Pengasih. Kita memberi, bismillah, dengan nama Allah, bukan bismi kasihan.

Perempuan apabila dipuji, bentar saja jalannya sudah berbeda. Apakah semua itu, dari kecantikan, kepintaran dan lainnya adalah milik kita? Kehidupan apa juga milik kita? Apa Allah milik kita? Bukan. Semua itu milik Allah. Bahkan bukan kita punya Allah, tapi Allah yang memiliki kita. Kehidupan, bahkan kematian pun begitu. Allah yuhyi wa yumit. Yang Menghidupan.

Rumit juga kan? Ternyata sampai sedalam itu seharusnya keimanan kita. Bahkan lebih. Seperti aku yang lumayan dibingungkan saat mengajar tauhid. Apakah kadar keimanan dan keislamanku sendiri sudah bagus? Wa idz romayta idz romayta walakinna-llaha roma.


Leave a Reply

Powered by Blogger.