Apa sebenarnya definisi bahagia bagimu?
Saat melihat sunrise di atap? Saat semester ini tak ada lagi yang perlu diperbaiki? Saat nilai mata pelajaran yang kita ajar menjadi pelajaran dengan nilai tertinggi saat ikhtibar di kelas? Saat dosen tak hadir tatkala kita belum siap untuk presentasi? Atau saat menjemur baju kemudian cuaca sedang bagus padahal musim hujan?
Bayak sekali ternyata bahagia yang kita punya. Dari hal rumit hingga hal yang remeh sekalipun. Kata Aristoteles, seorang filosof Barat asal Yunani, Happiness depends on ourselves. Happiness as a central purpose of human life and a goal in itself.Bahagia itu tergantung dari setiap individu dan kebahagiaan pula yang menjadi harapan utama bagi manusia beserta tujuan yang harus dicapai. Ingin hidup macam apa? Hidup yang bahagia dunia dan akhirat tentunya.
Banyak orang memaknai bahagia yang mereka punya dan rasakan. Bahagianya orang tua tentu berbeda dengan makna bahagia yang kita punya. Jangankan begitu, bahkan antara sesama kita saja makna bahagia yang kita miliki tak tentu sama. Tak usah dicemooh. Mungkin hal yang remeh bagi kita akan menjadi esensi bahagia bagi yang lain, begitu pula sebaliknya. Biarkan saja. Karena dari hal-hal remeh itulah banyak orang sudah mengerti bagaimana cara bahagia yang sederhana. Sesederhana kita mengucapkan kata bahagia itu sendiri
Bahagia itu absurd. Tidak bisa dihitung, diukur, bahkan dibeli. Banyak orang yang sudah merasa hidupnya nestapa mencoba untuk mencari-cari kebahagiaan. Dalam bentuk apa dan bagaimana sebenarnya bahagia itu?
Bahagia bisa jadi makna lain dari bersyukur. Mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan, maka kita akan selalu merasa bahagia. Kita seharusnya bisa percaya bahwa takdir Allah itu selalu hebat meski baik ataupun buruk. Jika begitu, kita tak akan pernah berpikir bahwa kita adalah orang paling tidak beruntung di dunia. Enyah semua rasa galau ataupun sesal dari dalam diri, karena yang kita miliki adalah sepotong rasa percaya pada-Nya. Insya Allah kita akan selalu merasa bahagia dalam kondisi apapun.
Suatu hari di tahun lalu, Dr. Dihyatun Masqon menjelaskan perihal ‘happiness’. Beliau berkata, happiness is from our mind and heart. Karena kebahagiaan tidak bisa diraih pabila kita tidak berpikir akan bahagia serta membuka hati bahwa sebenarnya kita sedang dan harus bahagia. Hal serupa tercetak di sudut buku tulisku, happiness  comes from  within your heart. Maka milikilah hati yang luas lagi lapang agar kita bisa merasakan dan menerima respon positif dari kebahagiaan yang (sebenarnya) selalu kita miliki dalam kehidupan ini.
Lalu bagaimanakah bahagia bagimu?
Serumit hingga harus dicari?
Atau sesederhana saat kita merasakannya?
Apapun itu, selamat berbahagia!


Leave a Reply

Powered by Blogger.