Siapa bilang bermimpi itu dilarang? Mimpi itu harus dimiliki oleh setiap orang yang hidup. Mau jadi apa hidup dengan segala rutinitas yang ada? SD-SMP-SMA-Kuliah-Kerja, kalau nggak ya langsung nikah-Punya anak-Tua-berakhir denga titel alm.
Dari kecil kita sudah banyak memiliki mimpi. Ingin jadi ini-itu, namun saat sudah lebih dewasa. Saat sudah mulai mengerti dan mengenal dunia yang tak jarang tertampar realita, mimpi itu lama kelamaan pudar. Hilang. Tanpa jejak. Kata orang-orang dewasa, berpikir itu yang realistis. Orang-orang yang masih juga bermimpi pada umur yang dikatakan sudah dianggap dewasa akan dianggap aneh.
Salah seorang temanku ada yang memiliki kreativitas tanpa batas, bermimpi besar, berusaha hebat. Namun banyak orang yang menganggapnya aneh dan malah mencemooh akan mimpi-mimpi hebatnya. Mustahil, kata mereka. Kenapa kita harus men-judge seseorang akan mimpinya? Meski kita perhitungkan dengan rasio realitas, segalanya terlihat tidak mungkin. Yang lebih tidak mungkin itu adalah yang tidak berbuat apa-apa akan mimpinya. Mimpi akan selamanya menjadi angan belaka bila tidak ditindaki, diusahakan, didoakan.
Bermimpilah yang besar...
Bertindaklah tanpa batas...
Berdoalah yang keras...
Lebih baik mencoba kemudian gagal daripada gagal mencoba. Hasilnya sudah jelas berbeda meski sama-sama gagal. Tidak aneh bila sekali mencoba kemudian gagal, dua kali mencoba juga masih gagal. Thomas Alva Edison saja sudah gagal lebih dari itu namun tetap berusaha sehingga kita dapat kenal dengan lampu. Dari gagal kita belajar. Tidak ada suatu hal yang sia-sia dalam hidup ini. Sukses adalah saat bertemunya kesempatan dengan passion yang kita punya. Bile belum ada kesempatan, maka buatlah kesempatan itu.
Be a dream catcher, gals!


Leave a Reply

Powered by Blogger.