Tahun ini bisa jadi pelajaran penting untuk lebih mengenal diri. Jujur, hampir mendekati 20 tahun pun aku masih belum bisa menjabarkan bagaimana diriku sebenarnya, menyukai apa, mau apa. Guess what?
Suatu saat aku merasa bahagia. Santai saja, tidak memikirkan apapun deeply dan melakukan apapun everything what makes me happy. Tambahan, and no regret after it. Setelah beberapa lama berselang justru aku yang merasa kosong. Ada yang hilang. Dengan konsep what makes me happy itu aku jadi terlampau lupa daratan. 'Semau gue' thing itu terlalu berbahaya bila diterapkan dalam hidup. Memang hidup sudah ada aturannya, yang membuat kita bahagia secara spontanitas belum tentu berperaturan. Peraturannya apa? Ada di salah satu mu'jizat nabi terbesar, perkataan serta perbuatannya yang terangkum dalam Al-Hikmah, juga dhomir. Suatu hal yang tak termaktub, tapi sesungguhnya terasa dan dapat dipikirkan. 
Saat bahagia tanpa batas itu melanda, seringnya kita tak tau diri, lupa diri. Padahal kaki masih harus berpijak di tanah agar ingat, ada yang memberi kita bahagia.
Entah mengapa rasa sedih itu datang, bisa jadi karena secara tidak sengaja aku telah menjauhi-Nya, bisa jadi  karena aku yang terlalu meluapkan bahagia tadi hingga yang tersisa hanyalah sepotong sedih, bisa jadi, bisa jadi. Banyak sekali kemungkinan yang ada. Entahlah...
Semua orang pasti ingin memiliki dan merasakan bahagia. Mari kini kita atur bahagia tersebut. Meski kita tak akan pernah bisa mengatur perasaan yang menguasai kita, kita masih bisa untuk mengatur tindakan yang dapat dilakukan dengan perasaan tersebut. 


Powered by Blogger.