Besok sudah terakhir aku menjadi penguji untuk semester ini. Ya, kali ini pondok sedang mengadakan ujian lisan. Sederhana sebenarnya. Bila maksud diadakannya ujian adalah untuk mencari nilai, maka ujian di pondok lebih dari itu. Ada sisipan mental di dalamnya.
Untuk kali ini aku menjadi penguji kelas 3 untuk mata pelajran Bahasa Inggris. Sebelum aku menanyakan perihal soal-soal yang ada di buku teks pelajaran dan Grammar, terlebih dulu aku harus mengadakan conversation singkat pada mereka. Ngobrol ngalur-ngidul untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mereka untuk berbahasa secara aktif.
Hamper semuanya aku beri pertanyaan yang sama, “What is your dream?” yang ternyata dijawab hamper 98% dari total anak yang kuuji ingin menjadi dokter tanpa ada bayangan bagaimana dan kenapa.
Ah, aku jadi teringat. Aku pernah membuat artikel tentang mimpi-mimpi kita saat masih kecil. Terangkum,ternyata ada 10 besar mimpi yang menjadi mayoritas saat kita masih kecil. Salah satunya adalah menjadi dokter, yang lain menyusul menjadi guru, polisi, pahlawan, astronot, menjadi seperti orang tua, dan lainnya.
Saat aku mendengar jawaban mereka, dalam hati aku berpikir,benarkah ini mimpi mereka yang sesungguhnya? Atau hanyalah mimpi saat kecil yang belum juga dibangkitkan? Atau hanya asal jawab karena belum memiliki mimpi apapun saat kutanya?
Aku juga kemudian berkaca pada diri sendiri. Banyak sekali mimpi yang kubangun sedari SD hingga kini. Berapa yang sudah tercapai? Berapa banyak yang sudah terbuang? Atau tergantikan?
Dalam hati aku berdoa, semoga mimpi yang mereka katakana dapat mereka pertahankan kelak. Amiin Ya Rabb.


Leave a Reply

Powered by Blogger.