Shabahul khoir.
Ada ketergantungan yang sangat mendalam antara aku dan pagi. Serius.
Entah berapa kali aku memposting tentang keindahan pagi,namun pagi bagiku bukan sekedar keindahan dan esensinya yang menyegarkan. Aku selalu rindu bersama pagi. Pagi untukku bukan saat matahari belum naik, namun makna pagi yang sebenarnya adalah saat semua hari dimulai. Sepertiga penghujung malam,ataupun paling tidak sebelum semua kewajiban (atau kebutuhan) seperti shalat Subuh dimulai. Itulah saat-saat yang berharga. Yang membuatku merasa sangat kaya memilikinya.
Jujur saja aku bukan penganut sekte orang malam. Maksudnya dalam melakukan aktivitas apapun. Baik itu untuk belajar, mengerjakan tugas, atau hal-hal lainnya mulai dari hal yang remeh sampai penting. Ah, malam bagiku adalah saat keluhan satu hari tertumpuk menjadi satu. Aku membiarkan jiwa terbang bersama malam. Tidur tepat waktu seperti bayi, agar waktu juga memberikan kesempatan untukku bertemu pagiku yang sesungguhnya.
Mungkin karena alasan itu pulalah aku bergantung pada pagi. Saat semua orang menghabiskan waktunya pada malam hari untuk mencicil pekerjaan, maka pagi adalah waktuku. Pagi adalah saat paling produktif. Nilai kita satu hari lebih besar dipengaruhi oleh bagaimana kita di pagi hari. Mau coba?
Shalat fajr lebih berharga dari apapun yang ada di dunia.
Beberapa hari ini aku merasa miskin karena kehilangan momen pagi yang indah, yang membuatku kaya dalam makna bathini. Ah, menyesalku membuat hidup satu hari itu menjadi kacau. Hatiku kacau lebih tepatnya.
Semoga hari esok aku masih berkesempatan bertemu pagiku.



6.13-2/6/2014


Leave a Reply

Powered by Blogger.