Melihat postingan kemarin, mungkin dewasa ibaratku adalah saat seseorang sudah dapat menentukan pilihan hidup. Sebagai orang yang sudah lebih besar biasanya kita selalu ingin mengarahkan bagaimana orang yang lebih junior dari kita itu untuk berjalan ke jalan yang (menurut kita) baik. Padahal belum tentu. Sama seperti saat kita tak ingin apa yang menjadi pilihan hidup kita itu terusik, maka jangan usik pula jalan yang dipilih orang lain. kecuali apabila memang terlihat jelas itu tidak baik baginya, sudah sepatutnyalah kita untuk mengingatkan.
Sering pula seseorang akan merasa seperti tersesat dari jalan yang ia pilih. Tak tahu arah. Akhirnya malah terjebak. Sudah begini mau bagaimana? Kalau keluar tak bisa menjadi alternatif yang baik, mari kita usahakan dengan kesesatan yang kita pilih. Bisa jadi itu hanya karena beberapa sisi hati kita yang belum mau melebarkan pandangan atau hati yang tak mau terbuka. maka kita lebarkan dan buka sedikit-demi sedikit dengan sudut pandang yang mungkin berbeda.
Kita memang tak akan pernah tahu kapan hari Kiamat, kapan waktu kita akan habis, bagaimana masa depan kita nanti, ilmunya hanya milik Allah semata. Tapi mengapa kita tak mengusahakan yang terbaik?
Entah itu jalan yang terpilih, dipilihkan (saya lebih cocok yang pertama. karena itu bentuk dari konsekuensi terhadap diri), maka jalani dengan maksimal.
Selamat berjalan!


Leave a Reply

Powered by Blogger.