Dalam ajaran Buddha ada istilah kendaraan besar dan kendaraan kecil. Kendaraan besar yang berarti seluruh umat Buddha harus saling tolong menolong untuk mencapai Bodhi, sedangkan kendaraan kecil berarti harus sendiri-sendiri.
Bila di Islam, kita mengenal amar ma’ruf nahi munkar. Mengajak pada kebaikan dan mencegah kemunkaran. Artinya hidup dalam bentuk ibadah dan sosial, tidak kenal dengan istilah egois dalam beribadah. Dalam arti, saling mengajak pada kebaikan (ibadah) tanpa harus takut waktu yang kita miliki akan berkurang akibat harus menegur orang lain. Membangunkan ataupun saling mengingatkan di jam-jam shalat (terutama shalat Subuh mungkin?), menegur teman yang sedang berisik di jam-jam tenang Maghrib. Karena pengaruh kebaikan bukan hanya datang untuk diri kita sendiri, namun juga untuk orang lain bahkan umat dalam skala yang lebih besar lagi.
Seringnya manusia itu berkomentar tanpa ada tindakan. Mengatakan si anu kalau shalat suka di akhir waktunya, bahkan ada istilah subha dan tasyabuh. Apakah kita sudah melakukan sebuah gerakan untuk menuntaskan kemunkaran tersebut? Atau hanya sebatas di alam feeling dan perkataan, lebih parahnya lagi bila hal tersebut dipakai menjadi objek penggunjingan. Lengkaplah sudah!
Di agama lain saja konsep saling tolong menolong ada, di Islam apalagi. Sudah termaktub dengan jelas dalam Al-Qur’an. Apa kita ingin maksud surga sendirian?

Selasa, 29 April 2014 – 6.21 AM


Leave a Reply

Powered by Blogger.