Ada dua hal yang dapat berpengaruh dalam kehidupan kita. Apabila rusak salah satu, apalagi keduanya, maka rusaklah amal perbuatan yang kita lakukan. Yaitu rusaknya kemauan (fasadu-l-iradah) dan rusaknya ilmu (fasadu-l-‘ilm). Bila iradah kita yang rusak, maka amal yang kita lakukan bisa jadi tidak ikhlas, riya, hasad, padahal
الحسد تأكل الحسنات كما تأكل النار الحطب
Sama juga bila ‘ilm yang rusak (tanpa ilmu atau bisa jadi ada imu tapi tidak benar) akan menghasilkan amal yang tidak benar juga. Karena iman sesungguhnya juga dibangun dari ilmu. Kita tidak bisa langsung saja dapat beriman, percaya, tanpa memiliki ilmu atas apa yang akan kita percayai tersebut. Kalau tidak, berarti sama saja taqlidu-l-a’ma. Mengikuti tapi tidak tahu sebenarnya hakikat apa yang diikuti.
Rumus gampangnya, iradah+’ilm=’amal
Setelah berkemauan dan berilmu yang kemudian menghasilkan amal yang benar dan ikhlas, kemudian ditambah lagi dengan amalan yang bermanfaat. Setelah itu, maka prioritas. Kita mungkin tahu banyak sekali amalan baik dan bermanfaat, namun kita harus dapat membuat skala priiritas dari amal bermanfaat itu bagi hidup kita. Bisa jadi amal yang bermanfaat menurut kita, ternyata ada yang lebih bermanfaat lagi untuk kita sendiri ataupun umat. Kemudian istiqomah. Melakukannya dengan konsisten, sungguh-sungguh dan tidak setengah-setengah.
Begitu besar bukan manfaat ilmu dan kemauan itu? Dalam hidup kita itu jangan pernah berhenti untuk belajar, di saat kita berhenti belajar maka sesungguhnya orang-orang yang bodoh itu ibarat ia mati dalam kehidupan ini. Orang yang sudah pintar dan banyak ilmu saja akan bertambah kesadarannya bahwa sebenarnya ia masih belum memiliki apapun. Apalagi yang tidak memiliki sama sekali.
فوق كلّ ذي علم عليم
Ilmu untuk dimanfaatkan dan diamalkan. Untuk apa kita mempelajari sesuatu kalau seandainya tidak memiliki proses yang benar sehingga ilmu yang rencananya kita usahakan tadi tidak menjadi manfaat? Nilai dan kesuksesan tidak akan pernah ada artinya bila tanpa proses dan diamalkan dengan baik.
Ada quotes yang kupegang untuk hal ini:
Life is never ending leraning, dan
When you stop learning, you stop growing
Mari mencari ilmu tanpa henti…

Wednesday, April 30, 2014 – 5.44 AM


Leave a Reply

Powered by Blogger.