Menunggu memang bukanlah hal yang menyenangkan. Pun begitu masih saja kita melakukannya, atau sengaja melakukannya. Menunggu (katanya) waktu yang tepat.
Banyak orang yang ‘baru’ akan mengerjakan sesuatu setelah datang waktu yang tepat. Masalahnya, mau menunggu hingga berapa lama baru mengerjakan? Malah bisa jadi waktu yang tepat itu tidak pernah datang hingga kita membatalkan untuk mengerjakannya. Mereka berpikir bahwa waktu sangatlah panjang. Padahal justru waktu adalah pembunuh yang handal.
Kesempatan tak pernah tahu kapan kan datang, sementara waktu kita terbatas. Kadang kala kesempatan tak cukup hanya ditunggu, namun dijemput, diciptakan dan direbut. Yang lebih parahnya adalah saat kesempatan datang, namun kita tak sadar sehingga membuang kesempatan itu dengan perasaan pecundang. Setelah sadar, sakitnya dimana, coba?

-on rewrite setelah muraja’ah-
1/11/2014 Saturday. diwan


Leave a Reply

Powered by Blogger.