Senin, 26 Januari 2015
Attaturk Airport – 11.05 waktu setempat

Aku sudah pindah rumah sembilan kali. Pindah rayon lebih dari enam kali. Pindah kamar lebih dari sepuluh kali. Dan hal yang peling menyebalkan dari semua itu adalah tentang akhir.
Akhir selalu menjadi misteri bila kita bayangkan di awal. Akhir memiliki peran penting dalam perasaan. Akhir pula yang kata banyak orang menentukan segalanya. Saat berada pada titik akhir maka sesungguhnya kita sedang mengukir sejarah baru kehidupan. Karena setelah akhir akan kembali pada awal yang baru. Seperti yang kutulis dulu bahwa hidup harus selalu dinamis.
Akhirnya hari ini kami kembali. Dalam perjalanan menuju bandara kami tak banyak cakap. Menikmati setiap inchi terakhir yang dapat kami rasakan. Suhu hari ini kembali berkurang. Sungguh beruntung kata seorang teman. Kami datang disaat hawa baik dan pulang disaat hawa memburuk.
Ini akhir dalam perjalanan singkat. Namun menjadi awal baru dalam rangkaian mimpi yang sealu berganti. Subuh tadi aku sendiri ke masjid Sehzade dekat foundation tempat kami tinggal. Dalam doa aku berbisik, “Hari ini akan menjadi shalat terakhir di Istanbul. Semoga kelak aku akan kembali lagi dengan cara apapun. Baik studi ataupun list travel di masa mendatang.”


Leave a Reply

Powered by Blogger.