Menjadi salah seorang mahasiswi Ushuluddin juga selain mempelajari agama dari sisi yang lebih dalam, terlebih di UNIDA Gontor yang sudah tak perlu diragukan lagi, memberikan pengaruh tersendiri terhadap cara pandang dan berfikir.
Kuliah bagiku bukan hanya tentang mengejar IPK baik, tugas terselesaikan, pertanyaan terjawab dan presentase kehadiran lengkap. Karena dalam kuliah, bila hati tak diajak untuk terbuka maka ilmu selamanya tak akan pernah menjadi sebuah petunjuk. Atau malah akan membuat kita jauh dari-Nya. Salah seorang dosen bilang, bila suatu ilmu belum bisa mendekatkan diri kita pada Allah maka ia belum bermanfaat.
Dalam Rasail Nur yang sedang kami bahas selama dua hari secara intensif ini membuka pemahaman baru tentang bagaimana Islam diterapkan dan dijabarkan. Dan lebih terasa perbedaannya adalah bagaimana buku ini ditulis. Menggunakan dhomir nafs atau diri sendiri. Di awal sekali pertemuan Ustadz Ihsan menjelaskan, bagaimana kita akan mengajak orang lain dalam kebaikan sementara kita sendiri belum diajak untuk baik. Jadi khitabnya seakan kita sedang bicara pada diri.
Beberapa tahun menjadi mahasiswi Ushuluddin membuatku bisa menulis banyak refleksi. Entah itu yang dihasilkan oleh diri sendiri maupun dari para guru dan dosen kami. Namun agak akhir tahun kemarin aku berhenti dari rutinitas tersebut. Ada perasaan takut. Menulis untuk menyebarkan kebaikan sementara diri sendiri terkadang masih belum bisa baik. Atau paling tidak sering juga perasaan ‘apakah tulisanku ini benar atau salah?’ datang. Sempat jariku gemetar dan ingin menghapus semua tulisan yang kebanyakan sudah diupload ke sosial media maupun blog.
Wahai diri yang bernama Dhita, ingat saja perkataan dosen waktu kuliah semester lalu. Kita menulis bukan hanya dengan perasaan, namun juga dengan ilmu. Bukalah hati untuk menerima semua ilmu yang diajarkan dan Insya Allah bermanfaat kemudian sebarkanlah kebaikan tanpa lupa untuk menjadi baik.
Maka seringkali aku tambahkan,
Uusiikum wa iyyaya nafsii bitaqwallah...



Leave a Reply

Powered by Blogger.