Allah menciptakan perasaan dan cinta bukan berarti harus selalu ditindaklanjuti terlebih pada tarafan yang tidak ada dalam jalan-Nya. Untuk itulah bagi setiap laki-laki dan perempuan diharapkan untuk menjaga diri dan hati. Bahkan setingkat pandangan saja sudah ada aturannya apalagi tindakan.
Tak ada yang bisa mengerti rahasia dari hati dan perasaan. Sama-sama penuh kejutan dan tiba-tiba. Keduanya pula tak bisa kita kendalikan. Yang bisa dilakukan hanyalah mengendalikan sikap dan pola pikir. Karena semua hal yang didasari dengan hati tak akan pernah bisa rasional. Namun ketidakrasionalan ini bukan berarti menjadikan alasan untuk merentaskan perasaan yang ada menjadi sebuah tindakan (yang tidak bersyari’at tentu saja, seperti pacaran, TTM, HTS dan lain-lain). Jika mau, seriuskanlah. Jika tidak, jangan main-main. Karena ada hati lain yang bisa jadi benar-benar menunggu dengan benar.
Kini aku menjadi sebuah saksi hidup dari mereka yang menjaga dan melangkah jauh. Ada yang diam dengan penjagaan dirinya dengan harapan kelak hanya akan ada satu laki-laki saja yang memiliki hatinya. Maka darinya akan diberikan seluruh hati yang ia miliki. Ada pula yang masih bermain-main dengan hati. Silih berganti pasangan yang bahkan seorang teman lain malah berkata, kamu itu laku atau murahan? Ada yang benar-benar menitipkan hatinya tanpa tahu apa yang terjadi kelak. Ia sedang di mabuk cinta hingga melupakan beberapa prioritas kehidupan. Ada pula yang tak peduli dan tak memikirkan. Bila tiba waktunya kelak akan datang tanpa harus dicari.
Hati-hatilah terhadap hati. Itu pesan kyaiku dulu.
Bagaimana ceritaku?
Kelak. Itu saja yang bisa kujawab.


Leave a Reply

Powered by Blogger.