Sembari keringkan rambut dan menunggu Maghrib
Selasa, 2 Agustus 2016

Aku terbiasa mengetik dengan mendengarkan lagu bervolume keras agar tak ada yang dapat mengganggu konsentrasi. Meski sebenarnya kadang aku pun ikut larut dengan lagu tersebut. Maka aku usahakan agar mengetik yang berpikir keras janganlah disamakan dengan mengetik kerja. Beda hal beda usaha, karena tingkat fokus yang dibutuhkan pun berbeda. Hal yang seharusnya dapat kujadikan acuan pula dalam melakukan banyak hal.
Aku memiliki mimpi yang besar. Mimpi yang hebat. Setelah kutelisik beberapa kegagalan yang pernah menimpa, sebenarnya kesalahan ada pada diriku yang tidak bisa fokus dan terlalu banyak berpikir. Beruntunglah aku memiliki teman yang selalu dapat menjadi sandaran dan penopang.
Aah... belik lagi saja ke poin peenunganku hari ini.
Menjadi seorang Muslim itu aneh-aneh susah. Saat ia diberikan cobaan, ia malah bahagia. Berarti Allah menyayanginya sehingga ingat masih mau memperhatikan tingkat ketakwaan hambaNya dengan memberikan cobaan. Menjadi Muslim juga harus berlevel tinggi. Dengan selalu upgrade program diri dan ibadah. Itulah mengapa hanya ditemukan di buku tasawuf perihal janib lain tentag shalat dari segi bathini, yaitu khusyu’. Bahwa shalat bukannya mengenai kewajiban yang harus dilaksanakan lima kali sehari dengan jungkir balik gerakannya. Namun ia sebagai dzikir, media untuk mengingat Allah, dan juga berdialog.

Kita coba, yaaa....


Leave a Reply

Powered by Blogger.