Tadi pagi angkatan kemi berkumpul setelah empat tahun lebih tidak bersama. Meski tidak lengkap, namun per individunya sudah mewakili kerinduan serta kebersamaan. Hanya acara sederhana sebenarnya. Berkumpul bersama, makan-makan, main game, sambutan-sambutan dari perwakilan adi-taksivi, bahkan ada perwakilan dari teman yang sudah (baca: baru) menikah untuk memberikan tips-tips memilih calon suami yang tentunya disambut kebaperan akut dari teman-teman jomblo termasuk saya. Ada juga sambutan dari ketua angkatan abadi kami yang sangat dalam dan bernuansa keharuan, serta doa yang dipimpin oleh sie. Rohani abadi kami. Doa untuk angkatan kami, perjalanan hidup, studi dan mendapatkan suami yang baik (*gubrak). Acara diakhiri dengan salam-salaman yang diiringi dengan lagu Kemesraan, foto bersama dan tentunya ramah tamah.
Sebagai salah satu panitia penyelenggara, saya pribadi sebenarnya sempat sangsi bahwa acara ini akan berhasil. Mengingat kesibukan teman-teman yang masih di pondok dan betapa lelahnya teman-teman yang datang untuk bereuni. Namun nyatanya ia berakhir dengan sukses dan haru bahagia.
Games yang diadakan sebenarnya adalah perlombaan rangking 1 yang diubah dadakan menjadi KMI Prima asal saja yang penting hepi. Soal-soal untuk recall memory berupa hal-hal kecil di angkatan dan pondok pada zaman kami dulu. Salah satunya adalah, “Sebutkan hal-hal yang Magenta banget!” Tentu dari soal seperti ini akan muncul jawaban-jawaban aneh. Seperti lebih memilih tandif daripada masuk kelas dan suka yahanu. Namun tadi siang saat saya mengingat acara tadi, saya terilhami sesuatu. Rupanya ada yang terlupa.
Salah satu hal yang MAGENTA banget adalah sikap optimisnya. Lagu koor PG kami dulu adalah Kita Bisa. Lagu Yovie and His Friends untuk SEA Games. Kemudian jargon Kita Bisa dipakai dalam setiap even yang kami lakukan. Pelatih paskibra, tari massal, jimbas, setiap sebelum memulai tandif dan lainnya. Akhirnya sikap optimis itu muncul tanpa ada rasa takut. Saat rasa pesimis datang, beberapa di antara kami mengingatkan, “Semangat! Kita Bisa!” Sehingga pesimis dan rasa takut bukanlah bentuk dari sifat kami. Kamu nggak MAGENTA banget kalau takut bertindak. Berani mencoba. Berani bertindak. Berani berusaha. Kemudian bersungguh-sungguh untuk menjadikan rasa optimis tadi menjadi suatu bentuk nyata.
Jadi MAGENTA kita bisa! Kita bisa! Kita pasti bisa!

Pusat data_15.52

Ahad, 18 September 2016


Leave a Reply

Powered by Blogger.