Jangan pernah mengerdilkan kuasa Tuhan dengan impian-impian kerdil kita. Kalau Tuhan kita Maha Hebat, kenapa kita minta yang remeh-remeh?
Ahmad Rifai Rifan

Memiliki predikat sarjana dari sebuah universitas Islam berlembaga tua nan terkenal itu menyisakan pertanyaan. Apa yang akan dan harus dilakukan selepas mengabdi dari pondok ini? Beberapa teman sudah ada yang menikah dan proses akan menikah. Bagi teman-teman yang masih jomblo yang mengenaskannya mengobrol perihal masa depan yang masih abu-abu. Menabung untuk bayar dp katering yang tidak tahu kapan akan dipesan dan desain undangan yang entah kapan akan disebar. Namun di samping obrolan sangat tidak penting tersebut, para sarjana itu berusaha dengan matang merencanakan masa depannya. Mayoritas banyak yang ingin melanjutkan studi baik di dalam dan luar negeri, tapi ada juga yang berencana untuk berwirausaha. Berusaha realilstis dengan keadaan.
Adalah aku dan seorang teman yang dengan sangat pedenya berencana melanjutkan studi hingga harus menyebrang lintas benua. Impian hebat yang dengan sangat hati-hatinya kujaga, kurawat dan kuusahakan. Rencana yang kami atur bukan hanya untuk satu atau hingga lima bulan ke depan. Namun rencana tiga tahunan. Karena dengan sangat sadarnya kami tahu bahwa jalan yang harus ditempuh memanglah berat dan panjang. Anehnya tak ada keraguan di dalamnya. Karena kami sangat percaya dengan kuasa Tuhan yang Maha Hebat. Usaha-usaha kecil yang dapat kami lakukan saat ini dibarengi tirakat sebesar yang dapat kami lakukan sebagai manusia.
Allahumma istajib...
Sebagai salah satu hal yang ditakutkan Ali bin Abi Thalib adalah panjang angan yang akan melalaikan akhirat. Namun angan ini justru berasaskan dengan akhirat. Karena ilmu yang diniatkan untuk dituntut nanti adalah ilmu yang bercampur iman bersamanya.
Kami percaya.


January 1, 2017


Leave a Reply

Powered by Blogger.