Semasa di pondok saya bertemu dengan berbagai macam karakter dan sifat. Ada teman saya yang saking menjaga kesucian pakaian untuk sholat sampai menyiapkan baju khusus untuk sholat. Jadi setiap waktu sholat dia akan mengganti bajunya terlebih dahulu. Ada juga yang saking menjaga keabsahan wudhunya maka ia sangat berhati-hati dalam berwudhu. Bila terkena cipratan air sedikit dari teman, maka ia akan berwudhu lagi. Ada pula teman yang memakai jilbab lebar (yang sekarang sudah semakin menjamur) dan manset di tangannya.
Beberapa orang akan menganggap ini adalah hal ribet maka mereka tidak melakukan hal tersebut. Padahal hal-hal yang dianggap ribet itu menurut orang yang sudah terbiasa menjalaninya ya nyantai dan biasa aja. Sama seperti orang yang tidak terbiasa sholat lima waktu dan puasa penuh selama Ramadhan akan menganggap amalan yang sudah sewajarnya bagi seorang Muslim lakukan itu ribet. Padahal ya sebagai Muslim kita anggap itu hal biasa karena sudah dilakukan setiap harinya.
Banyak hal-hal ‘ribet’ dalam Islam yang tidak perlu diperdebatkan karena perbedaan golongan. Bukan karena kita tidak melakukannya maka orang lain dianggap lebay bahkan sesat. Atau malah sebaliknya. Bukan karena orang lain tidak melakukannya kita anggap mereka tidak mentaati syariat. Asalkan mengikuti syariat Islam, that’s all. Apalagi sampai mengutarakan hate speech di sosial media dan tidak suka dengan seorang ulama tertentu.
Dalam Islam ada hal yang absolut dan relatif. Absolut ini kita katakan sebagai hal-hal wajib atau fardhu. Misalnya saja perempuan Muslim harus memakai hijab yang dipanjangkan sampai di bawah dada. Kurang dari itu berarti perlu dipanjangkan. Lebih dari itu ya nggak kenapa-kenapa. Hal relatif mengenai hijab ini adalah panjangnya dimulai dari di bawah dada dan lebih panjang lagi. Masalahnya ada di hijab yang kurang dari ukuran tersebut apalagi yang tidak memakai hijab.
Banyak yang mengatakan bahwa hidup itu mudah, nggak usah diribetin. Mungkin itu juga yang ada dalam pikiran beberapa orang mengenai keribetan orang-orang yang melaksanakan sunah. Harus bangun lebih pagi untuk sholat tahajud, kelaparan sendirian karena harus puasa selain di bulan Ramadhan, kepanasan karena hijab yang panjang apalagi kalau yang dipakai hitam, mau sholat aja harus ganti baju dulu.
Islam itu sebenarnya mudah, tapi jangan digampangkan. Mudah disini karena apa yang di dalam Islam selamanya tidak pernah membebani dan menyusahkanmu. Makanya jangan terlalu kaku. Tapi juga jangan jadi Muslim yang gampangan. Ada sholat jama’ dan qashar dalam Islam, eh karena film di bioskop tayangnya mepet jadi sholat pun dijama’.
Kalau memang ada hal-hal yang tidak kita lakukan, asalkan sudah termasuk standar wajib dalam Islam, maka tidak perlu mengkritisi orang-orang yang melakukannya. Itu hal mudah bagi mereka. Pun begitu sebaliknya. Standar dalam Islam adalah hal absolut yang diikuti dan diyakini. Kalau ada yang ingin berbuat lebih, maka itu baik.


Surabaya, 12 Oktober 2017
Bersama sekotak Buavita rasa apel


Leave a Reply

Powered by Blogger.