Origin adalah buku fenomenal Dan Brown yang ketujuh. Masih mengenai simbol-simbol agama dan petualangan Robert Landon, kini Brown akan mengajak kita mempertanyakan esensi kehidupan semesta. Darimana asal itu bermula dan berakhir.
Kini Langdon berada di Spanyol untuk memenuhi undangan dari sahabatnya, Edmond Krisch, seorang ilmuwan ateis yang sangat menentang keberadaan agama. Malam itu Kirsch akan mengumumkan ke seluruh dunia mengenai sebuah penemuan ilmiah untuk menjawab asal mula kehidupan yang dimana manusia sedari dulunya hanya berlandaskan pada mitos dan doktrin agama. Penemuan ini tentu saja akan menggemparkan dunia karena bertentangan dengan ajaran semua agama dunia. Terbukti dari terkejut dan takutnya tiga pemuka agama dunia, Islam, Kristen dan Yahudi saat diperlihatkan potongan dari presentasi penemuan tersebut. Sayangnya, pada puncak presentasi, setelah pembukaan yang sangat memukau, Kirsch dibunuh oleh seorang perwira angkatan laut Spanyol.
Dunia gempar. Besar kemungkinan bahwa pembunuh Kirsch tidak ingin penemuan tersebut disebarluaskan karena mengancam agama dunia. Bukan hanya kematian Kirsch, tapi juga terbunuhnya dua dari tiga pemuka agama yang mengetahui penemuan tersebut hingga akhirnya menimbulkan teori konspirasi serta antusiasme seluruh dunia untuk mengikuti perkembangan malam tersebut. Kejelasan kematian Kirsch, penemuannya dan kaburnya calon ratu Spanyol, Ambra Vidal dan Robert Langdon dari mata pengawal.
Ambra sebagai pengelola museum tempat diselenggarakannya acara tersebut diberitahu Kirsch bagaimana ia akan mendemonstrasikan penemuannya. Demi menuntaskan publikasi penemuan tersebut pada dunia, ia dan Robert Landon dibantu oleh Winston, sebuah sistem cerdas buatan Kirsch, menuju Barcelona mencari kode dengan empat puluh tujuh huruf sebagai akses dari penemuan Kirsch.
Setting yang dipakai pada novel ini dibagi menjadi tiga. Pertama, perjalanan Langdon dan Ambra yang terus diikuti oleh pengawal kerajaan, polisi setempat dan pembunuh Kirsch. Dimulai dari rumah kediaman Kirsch, gereja, hinga pusat penelitian Kirsch. Kedua, hiruk pikuk istana akan kehilangannya Ambra Vidal serta pangeran Julian yang dibawa pergi oleh uskup Valdespino, salah seorang pemuka agama dunia yang mengetahui penemuan Kirsch dan satu-satunya yang masih hidup. Ketiga, website konspirasi yang terus meng-update perkembangan malam tersebut dan teori-teori konspirasi seputar Kirsch, agama dunia, pembunuh Kirsch dan penemuannya. Seorang anonim berkontribusi besar dalam tulisan-tulisan tersebut.
Novel ini tidak banyak menjelaskan simbol-simbol agama sebagaimana novel Dan Brown yang sebelumnya. Menitikberatkan pada perseteruan sains dan agama yang jarang bertemu pada titik yang sama, Brown mengajak kita berpikir lebih luas. Bukan agama yang salah, tapi pemahaman agama yang gelaplah yang salah. Bukan sains yang salah, tapi pemahaman kita terhadap kehidupanlah yang salah. Meski pada akhirnya penemuan Kirsch sudah berhasil dipublikasikan pada dunia, menjadi sebuah misteri penting siapakah otak dari pembunuh Kirsch yang sebenarnya. Karena rupanya perwira angkatan laut tersebut hanyalah tangan yang dibayar dengan uang bersama dendam membabi buta. Landon berhasil melacak kode anonim dari kontributor website konspirasi yang rupanya menjadi otak dari rangkaian malam tersebut sekaligus sistem yang membantu perjalanannya. Dari sanalah kita belajar bahwa secanggih-canggihnya teknologi, ia bukan manusia.


Have a nice read! 


Powered by Blogger.