Dulu saya pernah berniat menerbitkan buku mengenai perjalanan dua minggu ke Turki. Bukan travelling pribadi, tapi studi akademik yang di dalamnya saya temukan banyak inspiratif. Tulisan mengenai perjalanan tersebutsudah saya posting di blog setiap harinya tanpa saya edit. Khawatir bila saya tunggu esok hari bisa-bisa feelingnya hilang dan terparahnya saya lupa. Karena tulisan-tulisan itu saya biarkan dan banyak sekali tugas yang harus saya lakukan kala itu, maka membukukannya hanya menjadi angan. Saya pikir, “Nanti sajalah kalau sudah selesai kuliah. Kan sudah nggak banyak tugas.” Ketika lulus kuliah, hilang sudah apa yang mau saya lakukan terhadap tulisan tersebut. Bahkan pekerjaan semakin bertambah banyak. aah... seandainya saja saya cepat bergerak dulu...
Sama seperti kita yang harus menunggu ulang tahun, tahun baru, semester baru atau besok, bulan depan untuk mengerjakan sesuatu maupun melakukan perubahan. Memulai sesuatu adalah bagian terberat dari sebuah pekerjaan dan perjalanan. Melanjutkannya menjadi PR tersendiri. Padahal apa bedanya hari ini dan enam bulan ke depan. Bahkan bisa jadi enam bulan ke depan kita malah berharap jika saja dari kemarin-kemarin dikerjakan dan dimulai.
Jadi mengapa harus  menunggu? Niat baik yang dijalankan bukan hanya mendapat dua kali pahala, tapi niat baik yang disegerakan lebih baik daripada menunggu sempurna. Atau kalau kita waktu dan momen yang tepat. Pertanyaannya, kapan semua itu bisa menjadi tepat?

Surabaya, Senin, 30 Juli 2018
11.12

(cr image: www.authenticthought.net)


Powered by Blogger.