Posts

Showing posts from 2020

Oktober: Iklim dan COVID19

Saat ini pertengahan Oktober. Musim hujan akan segera datang. Ah kita memang tidak bisa memprediksi musim kan sekarang? Isu perubahan iklim menyusahkan kita yang dulu diajarkan bahwa musim hujan akan datang saat bulan berakhiran –ber. September, Oktober, November, Desember. Jaman lawas. Kamu yang masih ingat itu pasti sudah berumur di atas dua puluh lima. Hujan di Sleman sudah dimulai dari tadi subuh saat kami sahur. Gerah yang kami rasa sejak semalam sebagai pertanda datangnya hujan, harus pending beberapa jam. Mungkin nanti akan hujan lagi. Hawa sejak pagi per pukul 9 masih belum menentukan pasti akan memberikan cuaca seperti apa di sisa harinya. Aku tetap mencuci. Hampir dua bulan ini kami menaruh jemuran di dalam rumah. Di gudang yang menyisakan banyak tempat, tepatnya. Ia hanya memiliki celah kecil di samping yang menghadap utara dan jendela besar menghadap barat. Awalnya karena tidak mau kotor terkena debu dari tukang yang sedang bekerja di halaman belakang, tapi selanjutnya id

Diajak Berlari Bersama Haruki Murakami

Image
  Aku mendapatkan buku ini sebagai hadiah wisuda dari Alfi Ramadhani. Sudah tersampul plastik rapi bersama setangkai bunga palsu yang ditaruh di dalam paper bag hijau bermotif batik. Buku tersebut mengikuti perjalanan dari Ponorogo ke Mantingan, lalu kubawa ke Surabaya bersama barang-barang lainnya. Kini pun ia turut mengikuti kami ke Sleman. Tersimpan rapih di dalam kardus yang kuletakkan di gudang. Tapi kardus-kardus buku sengaja diletakkan di tempat yang mudah terjangkau, meski rencana membuat perpustakaan kecil harus pending.  Tahun 2016 aku masih jarang membaca buku non-fiksi selain literatur penunjang kuliah dan buku diktat mengajar.  Adalah aku di bulan ketujuh pandemi melanda Indonesia baru membuka koleksi buku yang belum terbaca. Buku tipis tulisan Haruki Murakami mengenai perjalanannya menjadi seorang penulis sekaligus pelari. Lari bagi Murakami adalah olah raga yang tidak memerlukan kerja sama tim atau alat. Kamu cuma butuh sepatu (nyeker pun bisa) dan niat untuk berlari.

Perspektif Baru tentang Rumah

Image
Rumah selalu menjadi tempat rehat saat liburan. Paling tidak, begitu yang kulakukan selama menjadi anak rantau 14 tahun terakhir. Pernah ada jeda beberapa bulan pada tahun 2017. Itu pun kuhabiskan dengan melancong ke berbagai kota. Menetap di rumah pada jangka waktu yang lama belum pernah kulakukan. Empat bulan terakhir yang juga bertepatan dengan selesainya studi, benar-benar menjadi sebuah pembelajaran bila tak bisa dikatakan keajaiban. Rumah bukan lagi tempat jeda untuk istirahat, tapi menjadi tempat aman dan refleksi banyak hal. Tagar #dirumahaja terdengar lebih ramah daripada self-quarantine. Siapa ya yang memulai? Aku sih mendengarnya dari Mba Nana Najwa Shihab. Di rumah menjadi opsi penting yang terjadi karena keadaan dan paksaan. Selain menghindari atau mengurangi penyebaran covid-19, berada di rumah juga menjadi masa refleksi diri. Terlebih untuk masa jeda atau gap session . Sedari dulu pasca wisuda aku meyakinkan diri. Masa jeda jangan dihabiskan sendiri atau berada di ru

Hujan Bulan Januari

Image
Sudah paruh ketiga bulan Januari. Bogor masih hujan saja. Deras yang tak kenal ampun. Aku teringat kembali bagaimana 2020 dimulai. Salemba kala Maghrib itu sudah hujan deras. Kampus yang sudah mulai sepi hanya tersisa mahasiswa akhir yang menunggu kawan sidang tesis atau urus pemberkasan. Nongkrong adalah barang aneh di Salemba. Daripada mampir di kantin yang harus jalan niat ke belakang, lebih baik menyeberang saja ke warung makan kapitalis. Makin malam yang tersisa hanya gerimis manis. Teratur tak ada niat untuk berhenti. Lalu lalang ramai. Hiruk tahun baruan mungkin kalah dengan nyamannya selimut di kamar. Hujan memang bisikan Indomie dan kasur empuk. Aku sendiri masih belum ada niatan kembali ke rumah. Butuh bicara dengan kawan mengenai 2019 yang aneh, tapi menyebalkan sekaligus membahagiakan. Bermodal payung kecil yang kubeli 2 tahun lalu, aku berjalan menghampiri kosan temanku itu. Setidaknya ada 4 mobil ambulans yang melintasi jalanan. Ke arah yang berbeda, tapi tujuan